Hey, today I'm not feeling good. There are still many things come to me. Well, I don't know, maybe I'm too selfish? But frankly, I just do what I wanna do. I don't wanna think about people are saying. I just wanna do base on my desire. 😔
We never know, a word we say can hurt others. We never know, a simple word can actually scratch a wound. We never realized perhaps someone could be so traumatized with just words. We never know.
We never know how deep every sentence we say. We never know how bad someone else's day will be after hearing what we say. We don't know what happens when others who are weak in heart hear bad words. We never know how terrible the words we hold in our mouths may be so terrible.
Even if we don't feel comfortable, we can say it in polite terms. Even though we may feel annoyed, we can make sentences more subtly without having to get rid of trashy sentences. Without hurting each other, we can understand. Without a word that hurts, also without a bad treatment.
And for the people who are hurting, let the past be left there. No need to hope that the person who hurt you will come to your senses and apologize. No need to drag on in sadness. You, your day, your soul, is still precious. Just because one or two words hurt you, doesn't mean your life is ruined. You can still walk, honey.
Wounds are wounds. Nothing can change that wound into a better thing than yourself. Yes, that wound can be a medicine for you when you want to get up.
Cheer up! 😇
One day, you came in front of me. A tall body, black hair, and clear skin. You came from a place that I never even imagined. You come with an aura that captivates me. That's you. That is, yourself.
Ketika bahkan diriku sendiri bukan punyaku, lalu apa yang ku punya? Ketika seharusnya setiap manusia punya hak dan kebebasan, lalu apa yang aku miliki?
Hello Kak Gita, tulisan ini dibuat oleh seorang remaja putri berusia 18 tahun, yang harus lulus dengan cara "give away" karena wabah corona. Kak Gita, entah kakak bakal bisa baca tulisan ini atau enggak sama sekali, tapi gue berusaha nulis ini sesuai versi yang gue rasakan dan benar-benar dari dalam hati gue, hehe.
Hallo gua mau update aja, kasus positif corona di Indonesia per 27 Maret 2020 mencapai 1046 kasus. Dengan 87 kasus meninggal dan 46 kasus positif. FYI, keadaan bener udah darurat banget. Masker udah ga bisa dicari lagi, udah langka! Bahkan, kota gua sendiri menerapkan lockdown lokal per 30 Maret nanti sampai dengan 30 Juli mendatang. It's not easy.
Might, this is just about my overthought. I almost afraid if you gone. I miss and I cherish you. I love and always. Is it too over? Hopefully, God always blessing us.
Termasuk kehilangan itu sendiri, kita harus siap. Kelak, entah kita atau pasangan kita yang lebih dulu berpulang, kita harus bisa menerima. Bahkan diri kita sendiri pun bukan punya kita. Semua milik Tuhan. Tuhan, created all this ya udah pas porsinya. Percaya, kalau Tuhan Maha Baik, percaya kalau dengan Tuhan kita akan bahagia dan selamat.
-----------------------------------------------------------------------------
Kamu yang saat ini, semoga kamu adalah manusia yang tepat untukku. Manusia yang tak hanya mendampingiku, tapi mau belajar bersama dan berjuang bersama.
Jangan pernah bosan untuk saling memahami, jangan pernah pergi hanya karena sebuah masalah, sekecil apapun itu. Cukup ingat, bahwa kita sedang di uji oleh Tuhan, oleh semesta, oleh takdir.
Mari kita menangkan babak kehidupan ini. Dengan percaya bahwa kita bisa dan kita mampu untuk satu sama lain. Kita harus menyaksikan bagaimana ajaibnya sebuah takdir. Euforia yang hanya bisa dirasakan ketika kita menjadi manusia.
Jika lelah, maka wajar. Bukankah kita punya batas limit? Tapi untuk tidak bangkit adalah sebuah kesalahan. Sebab manusia bisa mencoba, lagi dan lagi.
Nanti, sadari bahwa kita saling membutuhkan. Bahwa kita adalah sepasang manusia yang sedang memperjuangkan hidup, kehidupan dan segala hal yang berhubungan dengan takdir.
Sejauh apapun kita, seberjarak apapun kita, akan ada selalu jalan untuk kita kembali. Menepi dan menghabiskan waktu bersama. Bahwa memang Tuhan telah menuliskan kita, bahwa Tuhan dan segala isi di bumi pun ikut merestui kita.
Terimakasih untuk mau bersama. I'll love and always. 🤗
ABOUT ME
Hello, you can call me Syifana! A student who once had a gap year. An INFJ-T. But, maybe could change to Assertive? 20 years old, now. Why Marsholic? Yup! I'm a resident of Mars. Just crash landing in the world, but temporal. Soon, I'm gonna back to Mars again. I write everything that pops up in my mind. Sometimes in Bahasa Indonesia, but sometimes in English too. The most important thing is sorry for my broken English. Hehehe 🤣
POPULAR POSTS
-
Oke, apakah gue sanggup untuk melewati challenge One Day One Post berdasarkan ide Kak Rahul di Kafe MM? 🤔 Mengingat, gue sendiri s...
-
Sebenarnya malam ini adalah jadwal gue belajar seperti biasanya, tapi bukannya belajar malah gue nangsang depan layar laptop lalu berakhir...
-
Selamat hari Senin! Selamat Mei juga! Ada satu ritual khusus ketika pagi hari, di mana gue bangun dari tidur lalu duduk sebentar, lalu melo...
-
Ps : Tulisan ini sebenarnya sempat gue take down beberapa menit setelah di up. Yah you know, takut di judge, takut dibilang durhaka wk dan ...





